Minggu, 05 Mei 2013

LAPORAN MINI PROJECT PEDAGOGI KELOMPOK 2

KELOMPOK 2

A.    TEMA: 
"MARI BERKREASI"

B.     KESIMPULAN HASIL OBSERVASI:
1.      Subjek                                   : Murid TK Happy Holy Kids
Materi yang akan diajarkan          : Cuci Tangan dan Sikat gigi
Pada awalnya kelompok sepakat untuk mengajarkan cara cuci tangan dan sikat gigi pada anak-anak TK karena menurut kelompok masih banyak anak-anak yang belum tahu cara cuci tangan dan sikat gigi yang baik selain itu di sekolah pun memang hal ini tidak diajarkan atau tidak menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Cara pengajaran yang akan kelompok gunakan bukan hanya dengan memberikan informasi tetapi juga ada praktek secara langsung bagaimana cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik agar anak-anak lebih paham dengan yang kelompok ajarkan. Akan tetapi kegiatan ini gagal kelompok laksanakan karena keterbatasan dari sekolah tersebut untuk melakukan kegiatan ini dan kebanyakan dari murid tidak bisa mengikuti kegiatan ini setelah pulang sekolah, sedangkan di jam sekolah sendiri sudah banyak kegiatan yang harus mereka laksanakan.

2.      Subjek                                   : Murid PAUD Nadine
Materi yang diajarkan                   : Menggambar dan Mewarnai
Kelompok mencari tempat lain untuk mengajar dan ketemulah PAUD Nadine ini. Kelompok kemudian mengobservasi dan mewawancara pemilik sekolah untuk menentukan materi yang diajarkan mengingat materi yang ingin kelompok ajarkan sebelumnya (cuci tangan dan gosok gigi) sepertinya kurang tepat bila diajarkan di PAUD. Berdasarkan hasil wawancara kelompok mendapat informasi kalau PAUD ini akan mengikuti perlombaan menggambar dan mewarnai, untuk itu kelompok memutuskan untuk mengajarkan materi ini kepada mereka.
            
C.   PERENCANAAN:
  1. Landasan Teori:
Teori utama yang kelompok gunakan untuk kegiatan ini adalah teori tentang hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru untuk membantu siswa dapat berkembang secara baik yaitu:
1)      Selalu mengharapkan siswa lebih baik dari yang seharusnya diharapkan oleh siswa itu sendiri
2)       Menekankan hal yang positif, selalu berhati-hati memuji pekerjaan yang baik dari siswanya.
3)      Menunjukkan keramahan dan secara jujur dapat menampakan rasa tidak suka kepada siswa secara dan hati-hati, dan menekankan sedemikian rupa masalah atau gangguan pribadi didepan siswa
4)      Berteman baik dengan siswa, tetapi tidak seperti hubungan siswa dengan siswa
5)      Tidak pernah menyerah dalam menghadapi perilaku siswa dan tidak mengkategorikan atau ‘melabeli’ siswa secara permanen.

Selain itu kelompok juga menggunakan teori 10 top kualitas pendidik yang baik seperti :
1)      Confidence
2)      Patience
3)      True compassion for their students
4)      Understanding
5)      The ability to look at life in a different way and to
     explain a topic in a different way
6)      Dedication to excellence
7)      Unwavering support
8)      Willingness to help student achieve
9)      Pride in student’s accomplishments
10)    Passion for life

  1. Tujuan:
Pengajaran ini bertujuan untuk: melatih sensorik motorik, mengembangkan kreativitas dan membuat anak mampu berimajinasi.

  1. Manfaat:
Pengajaran ini diharapkan mampu membantu perkembangan sensorik motorik, kreativitas dan imajinasi anak.

  1. Lokasi:
PAUD Nadine jalan Asoka 1 Lingkungan IV

  1. Waktu:
4 April 2013 mulai pukul 09.00-selesai

  1. Perlengkapan/ alat bantu:
Papan tulis, spidol, buku gambar, krayon/ pensil warna dan kamera

  1. Perincian biaya
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga
Total Harga
1.    Buku Gambar
7 buah
Rp.   3.000,-
Rp.   21.000,-
2.      Susu
50 kotak
Rp.   3.000,-
Rp. 150.000,-
3.      Chiki
50 buah
Rp.   2.000,-
Rp. 100.000,-
4.      Coklat
1 buah
Rp. 15.000,-
Rp.   15.000,-
Total Pengeluaran
Rp. 286.000,-

D.  PELAKSANAAN
1)      Perkenalan (20 menit)
Perkenalan dimulai dari perkenalan kami sebagai pengajar kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan nama mereka satu persatu agar kami lebih dapat mengenal murid-murid yang akan kami ajarkan.

2)      Pembagian Kertas Gambar dan Persiapan Contoh Gambar (10 menit)
Disini kelompok membagi tugas, ada yang bertugas membagikan kertas gambar, ada yang  menggambar dan kemudian menjelaskan apa saja yang harus mereka gambar.

3)      Menggambar dan Mewarnai (30 menit)
Para murid diminta untuk menggambar objek yang di gambar oleh pengajar kemudian mewarnainya.

4)      Pengumpulan dan Pemilihan Gambar Terbaik (10 menit)
Kelompok mengumpulkan semua gambar yang telah selesai dan memilih satu gambar terbaik. Kelompok memilih Gio sebagai pemenang dan memeberikan hadiah yang kelompok sediakan khusus untuk pemenang.

5)      Pembagian Reward (10 menit)
Kelompok memberikan reward berupa snack dan susu pada murid yang mengikuti kegiatan ini.

6)      Games (10 menit)
Peserta diminta untuk bernyanyi dan menyebutkan kata dalam bahasa Inggris. Disini kelompok dapat melihat kalau murid-murid cukup berani untuk maju ke depan untuk bernyanyi dan sudah mampu mengenal kata bahasa inggris, meskipun dalam pengucapan masih banyak yang kurang baik.

7)      Kata Penutup dan Foto Bersama
Kelompok mengucapkan terima kasih kepada semua murid dan guru yang telah bersedia mengikuti kegiatan kelompok kemudian kelompok berfoto bersama guru dan murid.

E.       LAPORAN KEGIATAN
1. Serefhy
v  Memuji murid.
v  Mengajak murid yang sudah selesai menggambar untuk bermain.
v  Menanyakan murid warna apa yang ingin dipakai

2. Juli
v   Mengajak murid untuk berdiskusi tentang gambar.
v  Memuji setiap murid yang menyerahkan kertas gambar.
v  Mengingatkan murid yang belum siap menggambar

3. Murid:
v  Beberapa murid belum tahu apa objek yang digambar.
v  Beberapa murid ada yang lupa membawa pensil warna/crayon.
v  Beberapa murid saling meminjam pensil warna/crayon
v  Beberapa murid mengalami kesulitan mengenal warna.
v Beberapa murid terlihat tidak bisa diam dan berteriak-teriak di kelas.
v Seorang anak menangis dan ditenangkan oleh guru.
v  Beberapa murid belum selesai mewarnai ketika sebagian besar temannya sudah mengumpulkan hasil gambarnya.
v  Murid menyelesaikan gambar sampai selesai.

F.        HASIL KEGIATAN
Kegiatan yang kelompok laksanakan ini menurut kelompok cukup berhasil dan dapat diterima oleh murid-murid karena beberapa murid yang kurang mengerti warna jadi tahu warna apa yang seharusnya dipakai untuk mewarnai gambar tertentu dengan menyuruh mereka membayangkan benda tersebut, selain itu adanya reward yang kelompok janjikan di awal proses kegiatan ini membuat para murid bersemangat untuk menggambar dan mewarnai dengan sebaik-baiknya. Meskipun demikian kelompok juga tidak dapat menghindari kendala yang disebabkan karena jumlah murid yang terlalu banyak, tetapi dengan adanya bantuan dari guru-guru, kelompok dapat mengatasi kendala tersebut.

G.      EVALUASI
Ketika mengerjakan tugas ini tentu saja kelompok mengalami cukup banyak kendala mulai dari kelompok terlalu berfokus pada materi yang diajarkan terlebih dahulu sebelum melihat kondisi sebenarnya di lapangan, menyesuaikan waktu antar anggota kelompok, waktu pelaksanaan yang sesuai dan jumlah siswa dalam kegiatan ini yang terlalu banyak. Namun kelompok belajar dari kendala-kendala yang kelompok hadapi dan mencoba mencari alternatif-alternatif lain sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik. Meskipun mengalami kendala, kelompok juga mendapat kemudahan terutama dari sekolah tempat kelompok melaksanakan kegiatan ini, murid-murid dan guru-guru yang mengikuti kegiatan ini.

H.      DOKUMENTASI





I.         TESTIMONI
Seru, capek, senang, semua jadi satu, ini menjadi tambahan pengalaman bagi saya, dimana saya bisa mengajar menggambar dan mewarnai untuk anak kecil. Saya ikut merasa senang ketika mereka bisa menirukan atau mengikuti gambar yang sudah kami buat dan juga ketika melihat mereka tertawa saat gambar mereka sudah mereka warnai dengan warna pilihan mereka, saya juga puas ketika saya bisa mengajarkan cara menggambar kepada mereka. Melalui kegiatan ini ,saya dapat mengaplikasikan teori menjadi guru yang baik untuk muridnya, salah satunya saja ketika menjadi guru kita harus terus memotivasi mereka, atau juga dengan mengingat nama mereka ketika didalam kelas. Kegiatan kelompok yang ada di Mata Kuliah ini sangat bermanfaat bagi saya ,baik dalam pengetahuan dan juga pengalaman

Tugas ini sangat menarik karena menambah pengalaman saya untuk berinteraksi dengan orang lain terutama dengan anak-anak selain itu dengan tugas ini saya dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari selama ini. Tugas ini membantu saya mengerti kalau menjadi guru itu ternyata bukan pekerjaan yang mudah.

Menurut saya tugas ini menarik karena kami langsung mengaplikasikan teori yang ada dibuku. Dan bebas memilih teori sesuai dengan kegiatan yang kami lakukan. Tetapi menurut saya, tugas ini lumayan berat hehehe... Tapi so far so good, and it’s so funny even if it is so tiring hehehe :D




Minggu, 14 April 2013

Tugas Wawancara Guru


Untuk mendownload silahkan klik disini



BAB I
PENDAHULUAN

Manusia berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya, manusia memiliki akal-budi yang menyebabkan manusia dapat berpikir, dapat membuat kehendak bebas untuk memilih dan menentukan apa yang dibuatnya dan dapat bertanggung jawab dengan apa yang dibuatnya itu. Akal ini tentu bisa saja “tumpul” bila tidak diasah, salah satu caranya adalah dengan belajar. Belajar bukan hanya bisa dilakukan secara formal tetapi juga bisa dilakukan secara informal. Sampai sekarang, belajar secara formal melalui instansi pendidikan seperti sekolah masih dianggap sebagai cara belajar yang efektif.

Ketika berbicara tentang sekolah, kita pasti akan selalu mengkaitkannya dengan guru. Guru memang memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar karena guru selalu dianggap sebagai sumber ilmu. Di sekolah, guru juga menjadi orang tua yang mengajarkan budi pekerti serta disiplin bagi peserta didik.

Tugas utama guru adalah mengajar. Mengajar diartikan sebagai seni dan ilmu mentrasformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu (Danim, 2010). .Seni dan ilmu mengajar ini yang sering kita kenal dengan istilah pedagogi. Secara umum, pedagogi tidak hanya berkutat dengan ilmu dan seni mengajar tetapi juga berkaitan dengan pembentukan generasi baru yaitu pengaruh pendidikan sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik.

Peran sebagai guru bukanlah hal yang mudah, banyak sekali hal-hal yang dituntut kepada guru. Misalnya saja ketika prestasi seorang siswa rendah, orang tua cenderung akan lebih menilai bahwa prestasi anaknya rendah disebabkan karena kesalahan guru, tanpa melihat kembali apakah murid tersebut memang sudah melakukan kewajibannya sebagai murid. Tanpa adanya kemauan murid untuk belajar tentu guru akan kesulitan memberikan pengetahuan yang dia miliki.

Beberapa ciri-ciri guru yang baik menurut Danim adalah tidak pernah terlambat ke kelas atau tidak memotong waktu belajar, memberikan respon terhadap keluhan siswa secara cepat dan akurat. Bekerja keras dan cerdas, lebih mengutamakan formalitas di ruang kelas, menunjukkan dan menandakan kejujuran, intelektual yang tinggi dan teliti, berdiri di atas pemikiran yang jernih dan adil, mengetahui dan memahami perbedaan karakteristik siswa pada masing-masing kelas, dan guru harus secara cerdas menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan nilai-nilai intelektual siswa untuk terus belajar. Menurut Mellissa Kelly ada enam kunci sukses menjadi guru yang sukses yaitu rasa humor, bersikap positif, harapan tinggi, konsistensi, keadilan, dan keluwesan atau fleksibilitas.

Meskipun beberapa telah mencoreng nama baik guru sebagai pendidik, namun masih banyak guru yang tulus dan ikhlas mengabdikan dirinya bagi pendidika dan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” memang sangat pantas diberikan kepada mereka atas jasa-jasanya.     

BAB II
HASIL WAWANCARA

Nama                                       : M. S. Surbakti
Tanggal wawancara                : 11 April 2013
Tempat wawancara                 : Rumah M. S. Surbakti
Waktu yang digunakan           : Pukul 19.16-19.34

Q         : Sudah berapa lama bibi bekerja sebagai guru?
A         : Berapa lama ya..? Dari tahun ’84 lah..
Q         : Oh tahun ’84 ya bi?
A         : Ia, berapa tahun lah sekarang itu..? 28 lah tahun ya..
Q         : Ia bi.. sudah lama ya bi.. Bibi mengajar mata pelajaran apa?
A         : Geografi
Q         : Bibi dulu pernah mengajar di tempat lain sebelum mengajar di sekolah yang sekarang?
A         : Belum.. belum pernah.. Dari tahun ’84 mulai ngajar ya disana terus sampai sekarang.
Q         : Oh gitu ya bi.. terus alasan bibi sendiri memilih untuk jadi guru kenapa?
A         : Gimana ya.. saya senang ngajar, dulu juga kan ngajar sekolah minggu.. gitu tamat tahun ’84 di ajak teman ngajar ya langsung mau.
Q         : Jadi di ajak sama teman ya bi?
A:        : Ia.
Q         : Bibi sendiri pernah punya cita-cita jadi guru gitu?
A         : Dulu ya.. saya lupa, cuma karena senang ngajar saja.
Q         : Jadi yang menjadi motivasi bibi untuk bekerja sebagai guru apa bi?
A         : Ya saya senang ngajar, pengen juga ngasih ilmu ke anak-anak gitu, daripada apa yang saya tahu saya simpan sendiri.
Q         : Terus bibi pernah nggak merasa menyesal memilih profesi sebagai guru?
A         : Gimana ya, saya senang gitu. Jadi nggak pernah ngerasa nyesal.
Q         : Gimana pandangan bibi terhadap murid-murid sekarang? Ada nggak perbedaannya dengan yang dulu waktu bibi pertama sekali mengajar?
A         : Kalau dulu di sekolahnya yang saya ajar ini kebanyakan bisa dibilang orang kelas menengah keatas lah.. jadi ya gimana kalau anak dari kelas menengah ke atas.. Mereka lebih mudah diajar cepat nangkap gitu. Kalau sekarang mereka lebih susah nangkap. Disiplin juga kurang.
Q         : Apa bibi pernah kesal atau marah gitu dikelas?
A         : Ya pastilah, namanya guru.. pasti pernah marah nggak mungkin tidak pernah marah.
Q         : Biasanya bibi marah karena apa?
A         : Ya kadang karena malas, ribut.. Kalau mereka melanggar peraturan ya pasti di hukum.
Q         : Biasanya yang melakukan kesalahan memang langsung dihukum bi?
A         : Mulai dari negur, kalau masih bisa ditegur.. Tapi kan mereka kadang nggak ngerti ya jadi harus marah.
Q         : Marahnya dalam bentuk apa bi? Apakah memukul?
A         : Biasanya mukul meja tapi kalau fisik atau mukul gitu nggak pernah lah.
Q         : Menurut bibi sendiri, hukuman yang bibi berikan efektif nggak?
A         : Efektif lah, nggak menyakiti mereka tapi tetap bisa mengatur mereka.
Q         : Emm.. Bibi sendiri hafal nggak semua nama-nama murid bibi?
A         : Nama nggak, saya akuilah itu kelemahan saya. Susah sekali ngafal nama. Tapi kalau wajah ingat, kayak yang sudah tamat 20 tahun lalu juga kalau wajahnya saya ingat ini murid saya, tapi kalau nama nggak.
Q         : Bagaimana bibi tahu apa yang bibi ajarkan itu dipahami oleh murid bibi?
A         : Ya kalau mereka nggak ngerti kan pasti keliatan itu dri mukanya, bingung.. saya tanyain, sudah mengerti belum. Kalau belum ya dijelaskan lagi, kita kan nggak mungkin ngelanjut terus ngikutin yang cepat ngerti.
Q         : Kalau “tes dadakan” gitu sering nggak bi?
A         : Apa itu?
Q         : Kayak disuruh ngejawab pertanyaan gitu bi..
A         : Oh pastilah, tiap masuk pasti di tanya-tanya materinya yang kemarin apa. Sekaligus ngulang kan.
Q         : Bibi sering ngasih PR?
A         : Saya termasuk sering ngasih PR.
Q         : Kalau disuruh nyari tugas dari internet pernah bi?
A         : Ya beberapa kali pernah, Cuma nggak sering kali.
Q         : Cara mengajar bibi di kelas apa selalu sama?
A         : Nggak lah.. Saya ganti-ganti.
Q         : Contohnya bi?
A         : Contohnya? Kadang mulai kelas mereka disuruh baca dulu, saya suruh mereka cari dua kata inti dari topik hari ini. Mereka mau nyoba, terkadang memang ada yang masih salah atau kurang pas. Nanti kalau ada yang benar pasti senang dia. Terus kadang mereka disuruh presentasi di depan kelas, diskusi kelompok, kalau ceramah sendiri jarang. Karena kalau ceramah itukan jadi kita yang belajar bukan anak-anaknya.
Q         : Yang presentasi itu tujuannya buat apa bi?
A         : Ya pasti ngelatih mereka ngomong di depan kelas.
Q         : Kalau hasilnya sendiri gimana bi?
A         : Kalau dulu pasti mereka semangat, saling diskusi gitu, sekarang ya belum apa-apa anaknya sudah gugup, terus mereka juga susah diajak aktif.
Q         : Pernah ngajar di luar kelas bi?
A         : Kalau studi tur pasti kalau kita ke danau di jelaskan bagaimana terbentuknya danau, tapi kalau buat belajar di luar ruangan ini nggak pernah. 
Q         : Apa yang biasa bibi lakukan kalau murid bibi kelihatannya udah bosan atau ngantuk gitu di kelas?
A         : Sering saya buat intermezo.. cerita-cerita gitu yang lucu-lucu lah.. kalau sudah fresh mereka baru lanjut lagi.. kalau nggak ya saya suruh cuci muka dulu.
Q         : Apa filosofi bibi dalam mengajar?
A         : Apa ya? Nggak ada.. Tapi pokoknya saya ngajar dengan semampu saya, inginnya sih mereka bisa dapat apa yang saya ajarkan dan bisa dipergunakan untuk masa depannya nanti.
Q         : Kalau pendekatan bibi dalam mengajar?
A         : Bikin mereka kayak teman. Biar mereka juga bisa dekat.
Q         : Bagaimana pandangan bibi tentang pendidikan di Indonesia?
A         : Sudah bagus. Mereka pasti yang di atas juga mikirin apa yang terbaik juga kan.Tapi ya kalau bisa kurikulum jangan terlalu cepat ganti. Kami juga masih adaptasi udah berubah lagi kurikulumnya. Maunya ya kalau mau berubah di evaluasi dulu kurikulum yang ada.

BAB III
PEMBAHASAN

Bila dikaitkan dengan pengertian pedagogi, “seni” yang menjadi bagian dari arti pedagogi terlihat jelas dengan adanya variasi dari metode pengajaran yang diberikan hal ini terlihat dari jawaban subjek “Kadang mulai kelas mereka disuruh baca dulu, saya suruh mereka cari dua kata inti dari topik hari ini. Mereka mau nyoba, terkadang memang ada yang masih salah atau kurang pas. Nanti kalau ada yang benar pasti senang dia. Terus kadang mereka disuruh presentasi di depan kelas, diskusi kelompok, kalau ceramah sendiri jarang. Karena kalau ceramah itukan jadi kita yang belajar bukan anak-anaknya.

Bila dikaitkan dengan pedagogi progresif, subjek juga menggunakan perkembangan teknologi dalam membantu pengembangan pengajaran seperti digambarkan dengan menyuruh mencari tugas dari internet dan memberikan tugas dalam bentuk presentasi.

Beberapa ciri guru yang baik:
  1. Memiliki kesadaran akan tujuan;
  2. Memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa;
  3. Mentoleransi ambiguitas;
  4. Menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa;
  5. Merasa tidak nyaman jika kurang mengetahui;
  6. Mencerminkan komitmen pada pekerjaan mereka;
  7. Belajar dari berbagai model;
  8. Menikmati pekerjaan dan siswa mereka
Jika dihubungkan dengan hasil wawancara diatas, maka subjek telah memiliki beberapa ciri
dari guru yang baik seperti: 
-          Memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa
Terlihat dari kalimat subjek “Tapi pokoknya saya ngajar dengan semampu saya, inginnya sih mereka bisa dapat apa yang saya ajarkan dan bisa dipergunakan untuk masa depannya nanti.”
-          Menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa
Terlihat dari kalimat subjek “Contohnya? Kadang mulai kelas mereka disuruh baca dulu, saya suruh mereka cari dua kata inti dari topik hari ini. Mereka mau nyoba, terkadang memang ada yang masih salah atau kurang pas. Nanti kalau ada yang benar pasti senang dia. Terus kadang mereka disuruh presentasi di depan kelas, diskusi kelompok, kalau ceramah sendiri jarang. Karena kalau ceramah itukan jadi kita yang belajar bukan anak-anaknya.”
-          Mencerminkan komitmen pada pekerjaan mereka
Terlihat dari kalimat subjek “Ya saya senang ngajar, pengen juga ngasih ilmu ke anak-anak gitu, daripada apa yang saya tahu saya simpan sendiri.”
-          Menikmati pekerjaan dan siswa mereka
Terlihat dari kalimat subjek “Gimana ya, saya senang gitu. Jadi nggak pernah ngerasa nyesal.”

Berdasarkan top 10 kualitas guru yang baik, subjek memenuhi beberapa poin yaitu
  1. Patience (kesabaran);
Jika dilihat dari hasil wawancara, subjek menunjukkan kesabaran dengan mau menasehati terlebih dulu ketika muridnya melakukan kesalahan dan tidak memberikan hukuman fisik.
  1. True compassion for their students (memiliki kasih sayang sejati pada siswanya)
Kasih sayang sejati ini ditunjukkan dengan mau menjelaskan kembali materi yang kurang dipahami oleh siswanya.
  1. Understanding (pemahaman)
Subjek paham bahwa metode mengajar tidak boleh kaku mengubah metode mengajar agar siswa paham selain itu subjek juga tahu bagaimana kemampuan siswanya sehingga bisa membedakan yang mengerti dan yang kurang mengerti.
  1. Dedication to excellent (dedikasi untuk keunggulan)
Bukan hanya dengan memberikan tugas (PR), subjek selalu menguji dengan menanyakan materi sebelumnya.
  1. Passion of life (bergairah untuk hidup)
Subjek merasa senang dan tidak pernah merasa menyesal memilih profesi sebagai guru.

BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan:
  1. Subjek menerapkan ilmu dan seni dari pedagogi.
  2. Subjek melibatkan perkembangan teknologi dalam proses mengajar.
  3. Subjek telah menunjukkan ciri-ciri guru yang baik yaitu memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa, menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa, mencerminkan komitmen pada pekerjaan mereka.dan menikmati pekerjaan dan siswa mereka.
  4. Subjek juga memenuhi sebagian dari top 10 kualitas guru yang baik yaitu Patience (kesabaran); True compassion for their students (memiliki kasih sayang sejati pada siswanya); Understanding (pemahaman); Dedication to excellent (dedikasi untuk keunggulan); dan Passion of life (bergairah untuk hidup) 
BAB V
TESTIMONI DAN SARAN

  1. TESTIMONI
Tugas wawancara ini membantu saya dalam memahami pola pikir guru dan pandangan mereka tentang pendidikan. Selain itu saya juga mengetahui hal-hal baru dimana ternyata guru juga selalu berpikir untuk memberikan cara yang mudah supaya siswa lebih mudah memahami apa yang diajarkan dan mereka juga kurang merasa nyaman dengan perubahan kurikulum yang terlalu cepat.

  1. SARAN
Untuk mata kuliah pedagogi:
Sebaiknya tugas ini tetap terus diberikan pada siswa yang mengambil mata kuliah ini karena dari tugas wawancara ini memberikan manfaat bagi siswa yang mempelajari pedagogi dan tertarik dengan dunia pendidikan.

Untuk guru:
Sebaiknya bagi guru diberikan pengajaran dalam bentuk kuliah atau seminar tentang hal-hal yang berkaitan dengan pedagogi karena dengan begitu semua guru bisa memiliki dasar pemikiran yang sama, beberapa guru mampu memiliki prestasi sebagai guru baik bukan karena pendidikan yang di ikutinya tetapi malah karena pengalamannya secara langsung di lapangan dan hal itu tentunya memerlukan waktu yang cukup lama.   


DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta.